Kamis, 11 Agustus 2016

PC Gaming Bandel di Bawah Rp 6 Juta




Memilih komponen untuk PC gaming Anda itu bukan hal yang mudah karena ada begitu banyak model dan merek hardware yang ada di pasaran.


SUMBER ZILBEST.COM Ditambah lagi, pertanyaan yang sering saya dengar dari kawan-kawan ataupun para pembaca ketika saya masih di PC Gamer Indonesia adalah, “Bro, kalau saya punya budget Rp XX juta, bagusnya beli apa ya?”

Mungkin di lain waktu, saya akan menuliskan daftar untuk PC gaming kelas berat. Namun untuk yang pertama ini, saya ingin memberikan rekomendasi untuk kelas ‘bulu’ alias Low-End terlebih dahulu.
Meskipun untuk kelas Low-End, saya tidak mau merekomendasikan produk abal-abal ataupun seri hardware jaman nenek saya masih perawan kwkwkw

old-pc

Pasalnya, patokan saya adalah saya ingin PC kesayangan saya tetap bisa digunakan untuk bermain game 5-8 jam setiap hari setidaknya sampai 3 tahun ke depan (untuk kelas Low-End).
Jika Anda tergiur dengan harga murah dan rela membeli produk ‘jadul’ kemungkinan besar, Anda harus beli lagi tahun depan – yang berarti malah jadi tambah boros.
Selain itu, saya tidak akan pernah merekomendasikan merek murahan karena saya ingin saya yang menentukan kapan saya mau ganti hardware – bukan karena hardware saya yang rusak dan minta diganti.
pc-gaming-wallpaper 
Sebelum kita membahas produknya satu persatu, harga yang saya cantumkan di sini bisa jadi sangat bervariasi – karena well, saya juga tidak punya toko dan tidak mungkin mengecek harga satu persatu.
Jadi, tidak ada salahnya Anda mempersiapkan anggaran lebih jika ingin memiliki PC gaming yang layak digunakan.
So, without further ado…
1. Athlon X4-860K (Rp 1 Juta / US$ 77)
 amd-ad860kxbjabox-athlon-x4-860k

Untuk urusan procie di kelas Low-End, AMD masih menang telak dibanding rival beratnya. Pasalnya, Procie dan mobo Intel selalu dibanderol dengan harga relatif lebih tinggi, untuk kelas yang setara.
Kedua, meski dibanderol dengan harga yang sangat terjangkau, X4-860K ini bisa dioverclock – yang menjadi nilai lebih tersendiri – karena Anda bisa meningkatkan performanya lebih jauh lagi tanpa perlu mengeluarkan dana tambahan.
L_00009478 
Kekurangannya? Bagi saya, rival berat procie ini justru dari saudaranya sendiri X4-880K yang lebih baru dan lebih kencang namun dibanderol dengan harga sekitar Rp 200 ribu lebih mahal.
Jika Anda mau mengeluarkan dana lebih, saya lebih menyarankan X4-880K namun, jika tidak pun, 860K sebenarnya sudah lebih dari cukup untuk game-game terbaru sekalipun – karena memang, semakin hari, signifikansi CPU untuk gaming semakin kecil.
2. GIGABYTE GA-F2A68HM-DS2 (Rp 877K / US$ 67
gigabyte-GA-F2A68HM-DS2 

Mobo ini mungkin memang tidak memberikan fitur yang selengkap seri-seri di atasnya yang lebih mahal. Namun demikian, saya memilih GA-F2A68HM-DS2 ini karena 1 kata: durabilitas.
Satu hal yang konsisten dari GIGABYTE adalah durabilitasnya, baik untuk model premium ataupun model low-end, seperti mobo ini.
Bagi saya pribadi, durabilitas adalah pertimbangan utama saya dalam menentukan komponen – bahkan termasuk untuk kelas high-end, walau ada pertimbangan tambahan lagi untuk kelas premium – karena saya sungguh tidak mau sesi gaming saya terganggu gara-gara PC saya nge-hang.
3. GIGABYTE GT 730 – GV-N730-2GI (Rp 980K / US$ 75)
Gigabyte-GV-N730-2GI 
Mungkin ada di antara Anda yang akan menemukan seri GT 730 dari brand lain yang dibanderol dengan harga lebih murah.
Namun saya juga sudah mengecek harga di beberapa toko, selisih harganya hanyalah sekitar Rp 100 – 200 ribu untuk merek yang lebih murah.
Karena saya mengutamakan durabilitas, saya memilih untuk merekomendasikan kartu grafis besutan Gigabyte ini (GV-N730-2GI).
Pertimbangan saya memilih GPU NVIDIA ketimbang AMD adalah, di seri low-end dan di kisaran harga ini, kartu grafis AMD tidak ada yang terlalu menggoda (kecuali jika nanti seri 400 terbaru dari AMD yang untuk kelas bawah dirilis bisa mengganti pendapat saya).
4. FSP Hydro 500W (Rp 915K / US$ 69)
fsp-hydro 

Mungkin akan ada di antara Anda yang bertanya kenapa saya merekomendasikan PSU yang harganya hampir sama dengan kartu grafisnya…
Well, saya selalu menganggap PSU adalah komponen terutama yang tidak boleh dikompromikan, apapun alasannya. Anda bisa membaca pedoman pemilihan komponen yang pernah saya tuliskan beberapa waktu yang lalu untuk alasan yang lebih detilnya.
Namun intinya, PSU adalah penanggung jawab utama yang menjamin PC Anda memiliki cukup tenaga untuk menjalankan tugasnya. Sama seperti kita manusia, saya yakin tidak ada yang dapat berkonsentrasi penuh ketika lapar.
fsp-hydro 
FSP Hydro ini merupakan seri Hydro paling bawah (di bawah Hydro X dan Hydro G) namun ia tetap mengantongi sertifikasi 80 Plus Bronze, yang berarti Anda sudah tidak perlu lagi khawatir dengan efisiensi dayanya dan segudang fitur premium lainnya.
Efisiensi daya yang kurang baik akan mengakibatkan lebih banyak energi yang terbuang menjadi panas, yang akhirnya akan mengganggu stabilitas performa dan mengurangi umur komponen Anda.
Selain itu, PSU dengan efisiensi daya yang buruk juga akan membuat tagihan rekening listrik bulanan Anda membengkak.
efisiensi-fsp-hydro-500w

Kita di sini berbicara tentang PC gaming, yang berarti Anda mungkin menggunakannya lebih dari 7 jam setiap harinya, dan, jika Anda seperti saya, saya bermain dari malam sampai pagi yang merupakan tarif termahal dibanding jam lainnya.
PSU yang memiliki efisiensi tinggi mungkin memang akan dibanderol dengan harga yang lebih tinggi namun, untuk jangka panjang, PSU berkualitas justru akan bisa menghemat uang Anda.
Ditambah lagi, berbeda dengan procie, mobo, dan kartu grafis, PSU Anda tidak akan obsoleteperformanya selama ia masih bisa digunakan – apalagi dengan trend komponen yang semakin baru, semakin irit daya.
Jadi, dengan membeli PSU merek premium, seperti FSP Hydro ini, Anda tetap bisa menggunakan PSU yang sama meski kelak Anda ingin naik kelas ke tingkat Mid Level – sayangnya, Anda tetap harus ganti PSU dengan Watt yang lebih besar jika ingin loncat ke kelas High-End.
5. LG LED 16″ 16M38A (Rp 815K / US$63)
Global_16M38A 
Nah untuk monitor, Anda punya ruang untuk kompromi yang lebih lebar. Jika Anda bisa menemukan harga monitor lain yang lebih murah, seperti monitor 2nd, Anda bisa memilihnya untuk mengetatkan anggaran.
Kenapa saya menganggap monitor bisa dikompromikan? Well, pertama karena ini kelas low-end. Anda tetap harus kompromi di kelas ini dan, berbeda dengan PSU, monitor tidak memiliki signifikansi terhadap performa gaming ataupun usia komponen.
Mungkin lain halnya jika Anda adalah seorang desainer atau video editor yang mementingkan akurasi warna, tingkat kontras, dan lain sebagainya. Namun untuk gamer, saya rasa Anda bisa mengetatkan budget di sini.
Grand-Theft-Auto-V
 Satu hal yang perlu dicatat, saya sengaja memilihkan monitor ini karena resolusinya yang masih 1366×768. Jangan memilih monitor dengan resolusi di atasnya (1600×900 atau 1920×1080), jika Anda masih menggunakan GT 730.
Jika Anda ngotot membeli monitor yang Full HD untuk dikombinasikan dengan GT 730, jangan salahkan saya jika Anda harus bermain game di bawah 30 fps.
6. Sharkoon VS4-V (Rp 455K / US$ 34)
Sharkoon-VS4-V 
Casing juga merupakan salah satu komponen lain yang bisa dikompromikan. Jika Anda menemukan casing lain dengan model yang lebih Anda sukai, saya persilahkan Anda untuk memilihnya.
Jujur saja, saya lebih suka model yang elegan ketimbang yang terlalu aneh-aneh. Namun jika Anda punya selera yang berbeda, silahkan saja.
Namun, satu hal yang perlu diperhatikan, saya memilih casing ini karena ia menawarkan ruang yang cukup besar untuk kelas Mid Tower dengan harga yang sangat terjangkau. Jadi, pastikan Anda melihat ukuran casing, jika ingin mencari produk alternatif.
Pasalnya, jika Anda mendapatkan casing dengan ruang yang sempit, Anda tidak akan dapat mengupgrade ke kartu grafis kelas menengah yang berbadan bongsor (kecuali Anda ingin membeli casing baru).
7. Silicon Power 4GB 1600MHz (RP 235K / US$ 18)
Silicon-Power-4GB-1600MHz 

Memori atau RAM, adalah satu lagi komponen yang bisa Anda kompromikan namun setidaknya carilah yang berkapasitas minimal 4GB.
8. Seagate SATA 500GB (Rp 575K / US$ 44)
seagate_barracuda_500gb_desktop_sata_internal_hard_drive  
Akhirnya, kita sampai pada komponen terakhir, yaitu storage. Storage ini saya taruh di posisi terakhir karena memang mungkin yang paling fleksibel.
Jika Anda tidak terlalu boros ruang storage, Anda bisa mencari yang berukuran 320GB. Plus perbedaan merek antara hardisk satu dengan yang lain itu juga tidak terlalu besar. Anda bisa memilih Seagate, WD, ataupun Hitachi, tergantung mana yang tersedia di toko terdekat Anda.
Kenapa tidak SSD? Bagi saya pribadi, SSD itu masih untuk kelas menengah atas karena harga per kapasitasnya (GB / Rp) yang masih terlalu tinggi jika dibanding HDD.
Di kisaran harga yang sama, Anda hanya bisa mendapatkan SSD dengan kapasitas 128GB. Saya rasa 128GB itu tidak cukup untuk menampung semua file Anda.
Game-game terbaru bisa memakan ruang sebesar 30GB, Windows 10 juga membutuhkan ruang untuk sistem yang lebih besar ketimbang Windows yang lebih lama. Belum lagi untuk koleksi file multimedia Anda, seperti foto, lagu, ataupun video.
evolution-of-man
 Finally,
Akhirnya, sekali lagi, harga yang saya cantumkan di sini bisa jadi tidak sama dengan yang ada di toko terdekat Anda. Jadi, tak ada salahnya Anda menyiapkan dana lebih jika tidak ingin kompromi ke merek abal-abal atau seri lawas.
Saya juga ingin menekankan sekali lagi, meski ini ditujukan untuk kelas low-end, saya tidak menyarankan untuk kompromi dengan 2 komponen ini: motherboard dan power supply.
Sedangkan untuk procie dan kartu grafis, pertimbangannya lebih pada perbandingan harga dengan kompetitor-kompetitornya. Untuk monitor, memori, casing, dan storage, 3 komponen ini bisa dikompromikan jika Anda ingin mengetatkan anggaran.
Meski dengan catatan, cari monitor dengan resolusi yang tidak lebih dari 1366×768, casing dengan ruang yang cukup lebar, memori minimal 4GB, dan storage yang cukup besar untuk menampung semua file yang Anda butuhkan.

Know us

Our Team

Tags

Video of the Day

Contact us

Nama

Email *

Pesan *