Selasa, 01 Desember 2015

SSD itu Lebih Murah dari Hardisk !!!

Solid State Drive atau SSD merupakan salah satu bagian dari komponen PC yang mendapat sambutan meriah di awal kehadirannya. SSD disebut-sebut sebagai pengganti hardisk karena mampu menyuguhkan kemampuan serta kecepatan yang jauh lebih unggul dari hardisk konvensional.  Baik hardisk maupun SSD sebetulnya memiliki kesamaan dari segi fungsi yakni sebagai media penyimpanan data digital. Namun dari sisi mekanisme kerja keduanya jauh berbeda.


Sumber : Metrotvnews.com

Dari sisi kecepatan SDD jauh melampaui kemampuan hardisk. Tengok saja Read/Write SSD yang mencapai 550MB/500MB/sec. Sementara kecepatan Read/Write hardisk mekanik tercepat saat ini dengan rotation speed hingga 10000 RPM hanya 200MB/160MB/sec saja. SSD mencatatkan kecepatan lebih tinggi dibanding hardisk  karena tersusun dari keping-keping memori yang dikendalikan sebuah kontroler khusus yang mengeksekusi kode firmware di dalamnya.  SSD juga tidak perlu melakukan putaran spindle seperti yang dilakukan hardisk untuk menandai suatu titik blok data, semua dilakukan secara elektris. 

SSD yang umumnya digunakan saat ini memiliki ukuran standar yakni 2.5 inch. Namun pada perkembangannya, beberapa produsen menciptakan form factor SSD baru yang lebih ramping dan lebih ringan yang memang ditujukkan bagi perangkat mobile. Misal seri Ultra Slim SATA III SSD dari Silicon Power yang hadir dengan form factor yang lebih ramping dan lebih ringan dari jenis SSD standar. Jenis ultra Slim SSD ini memiliki ketebalan kurang dari 7mm. sementara SSD standar memiliki ketebalan 9mm.

Secara teknis, SSD memang terbukti lebih unggul dibandingkan hardisk, namun masalah harga kerap menjadi penghalang ketika ingin meminang SSD. Karena, pada level harga yang sama, kapasitas yang ditawarkan SSD lebih rendah dibandingkan hardisk meski jauh unggul dari segi kecepatan. Dengan IDR650,000 Anda mungkin sudah bisa mendapatkan hardisk 2.5” berkapasitas 500 GB, namun jika uang tersebut dibelanjakan untuk membeli SSD, mungkin hanya cukup untuk SSD berkapasitas 64GB saja. Perbedaan kapasitas memang cukup kontras, namun jika Anda memperhitungkan faktor keunggulan yang dimiliki SSD, maka SSD sebetulnya menjadi investasi yang lebih HEMAT dibandingkan hardisk. 

Mengapa membeli SSD adalah investasi lebih HEMAT? Berikut alasannya :


Sumber : www.zoomit.ir
1. PERFORMA LEBIH, HEMAT WAKTU

Seperti telah disinggung di awal, kecepatan merupakan kemampuan utama yang ditawarkan SSD. Kecepatan ini tidak hanya sekedar kecepatan transfer data namun meliputi kecepatan  pencarian file, mengakses file, booting, serta perawatan disk. Berikut penjabarannya:


  • Pangkas waktu booting hingga 50%, karena SSD mampu memproses data secara elektris tanpa melibatkan mekanisme mekanik dari putaran spindle.
  • Multitasking dengan akses file lebih cepat karena SSD menerapkan manjemen file yang lebih rapi ketimbang hardisk. Pada aplikasi atau game-game yang membutuhkan pembacaan data yang besar dan cepat, SSD juga meminimalisir terjadinya lompatan frame yang biasanya terjadi pada hardisk biasa karena banyaknya data yang harus dibaca bersamaan. Bayangkan jika anda profesional yang berpacu dengan waktu dan harus mengakses atau mengedit data-data berukuran besar seperti file photo atau editan video. SSD tentu jadi kunci pemenang di tengah ketatnya persaingan kerja. 
  • SSD tidak membutuhkan proses defragment, karena manajemen file pada SSD sudah rapi, malahan proses defragment bisa mengurangi performa SSD karena terjadi proses overwrite data.
  • Proses perawatan seperti scanning virus, check disk ataupun disk cleanup bisa dilakukan tanpa membutuhkan waktu yang lama. Ini dimungkinkan karena SSD memiliki kecepatan akses yang konstan tidak seperti harddisk yang bergantung pada putaran motor yang bisa mengalami degradasi performa sejalan dengan waktu pemakaian.


2. LEBIH RAMAH LINGKUNGAN, HEMAT ENERGI


Sumber : superuser.com
SSD secara operasional selalu berada pada keadaan idle state, sementara hardisk akan selalu berputar ketika beroperasi. Hal ini cukup menjelaskan mengapa konsumsi daya pada SSD jauh lebih rendah dibandingkan dengan hardisk. 
Penggunaan SSD pada perangkat portable seperti notebook tentu memberikan dampak signifikan terhadap konsumsi baterai. Sementara untuk implementasi pada PC, penggunaan SSD bisa memangkas konsumsi daya. Bahkan dalam pemakaian jangka panjang SSD cukup berkontribusi dalam memangkas tagihan listrik Anda.


3. LEBIH HEMAT, RESIKO RUSAK RENDAH, DATA AMAN
 
Menggunakan SSD berarti anda memperkecil resiko pengeluaran yang harus dikeluarkan untuk ganti baru karena kerusakan yang dipicu oleh panas operasional dan guncangan.
  • Suhu operasional lebih dingin. SSD tidak memiliki komponen bergerak sehingga tidak terdapat energi panas yang dihasilkan oleh energi kinetic seperti yang terjadi pada hardisk. Absennya komponen bergerak membuat SSD tidak menimbulkan bunyi ketika beroperasi.
  • Keamanan data karena lebih tahan terhadap guncangan. Dibandingkan dengan SSD, hardisk bisa dikatakan memiliki komponen yang jauh lebih rentan terhadap benturan meskipun tampak solid dan rigid. Hal tersebut dikarenakan, hardisk memiliki piringan magnetik yang bergerak sebagai salah satu komponen utamanya. Benturan cukup keras memungkinkan terjadinya dislokasi/pergeseran komponen di dalamnya sehingga pada akhirnya data pada hardisk menjadi tidak terbaca. Pada SSD, piringan magnetik digantikan dengan NAND-flash yang bersifat statis, jadi data anda lebih aman jika terjadi benturan.






Know us

Our Team

Tags

Video of the Day

Contact us

Nama

Email *

Pesan *