Rabu, 23 November 2016

PC Parts Guide: Competitive vs. Leisure Gaming



feat-competitive-vs-leisure 

Spesifikasi PC itu memang seringkali membingungkan banyak orang karena begitu banyaknya. Apalagi sekarang banyak sekali produk-produk yang diberi embel-embel gaming, yang tak jarang hanyalah sekedar marketing gimmick semata. SSD atau HDD? Monitor 4K dengan 144Hz? Mobo gaming? PSU mahal? Perlukah semuanya itu?

Saya akan bahas spesifikasi gaming tadi dari 1 sudut pandang, tujuan tiap-tiap Anda bermain game. Karena tujuan inilah yang akan membedakan spesifikasi PC atau laptop yang Anda butuhkan untuk bermain.

The Purpose

Banyak produk PC sekarang dipasarkan dengan istilah-istilah gaming namun ada satu hal yang mungkin tidak disadari oleh banyak orang, tujuan tiap-tiap orang bermain game. Tujuan ini penting disadari dalam menentukan prioritas memilih komponen karena, jika tidak, Anda harus menguras seluruh isi tabungan untuk membeli produk-produk yang mungkin tidak akan Anda butuhkan fungsinya.
Dari sisi tujuan bermain game, saya membagi ada 2 tipe PC gamer: competitive gamer dan leisure gamer.

esports-winnig 

Inilah perbedaan kedua tipe tadi. Competitive gamer hanya punya satu tujuan: memenangkan persaingan dan menjadi juara. Sedangkan leisure gamer, mereka memang ingin memenangkan permainan, namun bukan itu tujuan utamanya. Tujuan utama leisure gamer adalah untuk menikmati permainan.

Gaming Specifications
Atas dasar tujuan tadi itulah, saya memberikan pertimbangan untuk tiap-tiap komponen di bawah ini. Mari kita bahas satu demi satu, yang saya urutkan dari yang paling signifikan perbedaannya namun juga paling tidak banyak disadari.

1. Storage (HDD atau SSD)
Kebutuhan storage ini sangat berbeda antara kedua tipe gamer tadi. Competitive gamer tidak butuh storage yang berlebihan, bahkan mungkin satu HDD 500GB saja sudah cukup. Karena competitive gamer, idealnya hanya bermain 1 judul game.

Misalnya saja, Richard Permana dan kawan-kawan saya dari TEAMnxl> nya harus berlatih 8 jam sehari bermain CS:GO. Tentunya, mereka tidak akan punya banyak waktu luang untuk bermain game-game lainnya.

csgpo111-jpg

Competitive gamer juga sebenarnya tidak butuh SSD (jika ada yang bilang butuh, percayalah, itu hanya trik marketing saja nyahaha…).

Kenapa? Silahkan coba sendiri jika tidak percaya, CS:GO, Dota 2, LoL, Overwatch, atau game-game kompetitif terlaris lainnya tidak akan berubah banyak waktu loadingnya antara SSD dan HDD. Waktu loading game tersebut biasanya lebih tersendat oleh koneksi internet Anda, bukan kecepatan baca-tulis storage.

overwatch-heroes-background-blizzard-1080x623

Sebaliknya, leisure gamer di jaman sekarang ini IDEALNYA pakai SSD, minimal 120GB (plus HDD 1TB untuk game-game yang tidak terlalu berat loading time-nya).

Saya sempat membandingkan sendiri loading time Fallout 4 di SSD dan HDD. Loading time Fallout 4 di SSD itu hanya 2-3 detik saat Fast Travel atau pindah lokasi. Sedangkan dengan HDD, loading time-nya bisa sampai 30 detik atau lebih.

fallout4_e3_cityvista

Jadi, kecuali Anda memang bermain game sambil mencuci piring untuk menunggu waktu loading, SSD jadi begitu penting bagi leisure gamer karena file-file game yang besar-besar dan terlalu berat di-load oleh HDD di jaman modern ini.

2. Monitor
Monitor ini penting dibahas karena jarang sekali yang membahas monitor untuk kebutuhan gaming – padahal sekarang banyak sekali produk-produk yang ditawarkan sebagai ‘monitor gaming’.
Bagi competitive gamer, Anda butuh monitor yang cepat. Jika Anda punya dana, carilah yang bisa memberikan refresh rate 144Hz. Jika tidak, cukup cari yang memberikan 2-5ms response time. Produk-produk yang diberi label gaming monitor tadi yang biasanya dapat memberikan spesifikasi tersebut.

csgo 

Anda bisa mengorbankan akurasi warna, rasio kontras, resolusi layar, dan banyak hal lainnya jika anggaran Anda memang terbatas. Percaya saya, Anda tidak butuh bermain CS:GO di resolusi 4K karena hal itu tidak akan menambah peluang Anda memenangkan pertandingan.

Sebaliknya, jika Anda adalah leisure gamer, saya justru lebih menyarankan Anda untuk mencari monitor-monitor yang dipasarkan untuk kebutuhan multimedia alias menonton film.

Saya tahu ini mungkin tidak sesuai dengan iklan-iklan monitor gaming ^,^ tapi ini faktanya. Pasalnya, leisure gamer itu lebih peduli dengan kualitas visual, bukan kecepatan – kebalikan dari gamer competitive.

gtav


Jadi, jika Anda termasuk tipe leisure gamer, carilah monitor dengan black level, contrast ratio, color range yang tinggi. Kenapa? Karena tanpa monitor yang mampu menghasilkan kualitas visual yang baik, ambient occlusion, dynamic shadow, atau bahkan plugin-plugin visual seperti ReShade dan ENB, tidak akan mampu menyajikan kualitas gambar yang maksimal.

Plus, kualitas visual itu sangat berpengaruh terhadap faktor imersifitas atmosfir permainan. Misalnya saja, coba naikkan brightness monitor Anda sampai mentok saat memainkan game horror, saya kira game horror tadi jadi tidak begitu menyeramkan karena kehilangan atmosfir horror-nya.

amnesia-the-dark-descent

Anda juga sebenarnya tidak butuh monitor 144Hz jika Anda masuk di kategori ini. Pasalnya, beberapa game DX11, seperti Fallout 4, justru malah aneh physics-nya saat disetel di atas 60Hz – yang diterjemahkan jadi 60 fps.

Lalu bagaimana dengan monitor 4K? Well, kecuali Anda punya pohon uang, saya sarankan untuk menunggu dan tetap menggunakan resolusi HD (1920×1080). Karena, selain harga monitornya yang masih minta ampun mahalnya, resolusi 4K juga akan menuntut Anda untuk menggunakan kartu grafis kelas high-end, minimal yang harga Rp 7 jutaan untuk mendapatkan framerate mulus 50-60fps.

3. Kartu Grafis
Kartu grafis ini memang komponen paling penting untuk menentukan performa gaming dan juga paling populer namun kebutuhan kartu grafis Anda akan sangat ditentukan dari tujuan Anda bermain.

gigabyte-gtx-1060

Untuk competitive gaming, Anda tidak butuh kartu grafis yang terlalu mahal. Kartu grafis seharga Rp 2 jutaan sebenarnya juga sudah lebih dari cukup untuk game-game kompetitif karena memang kebutuhan spesifikasinya yang tidak berat.

Kenapa? Karena selain game-game kompetitif terlaris memang tidak berat, gamer kompetitif juga mungkin tidak butuh fitur-fitur grafis canggih atau malah plugin-plugin visual seperti ENB, ReShade, ataupun SweetFX.

Prioritas visual dari competitive gamer adalah clarity (kebersihan layar) karena faktanya sejumlah efek-efek visual justru bisa menghalangi pandangan Anda melihat medan pertempuran – dan terlambat mengidentifikasi apa yang terjadi di layar adalah soal hidup dan mati bagi gamer kompetitif.

dota-2


Sebaliknya, jika Anda termasuk leisure gamer dan sudah menggunakan monitor Full HD (1920×1080), Anda mungkin harus menabung untuk membeli kartu grafis Rp 4 juta ke atas jika ingin bermain dengan framerate mulus dan setting grafis tinggi.

Kenapa? Karena fitur-fitur grafis yang paling cantik dan seksi itu berat-berat, misalnya seperti anti-aliasing, anisotropic filtering, bloom, ambient occlusion, dan kawan-kawannya, yang harus diaktifkan untuk mendapatkan kualitas visual yang istimewa.

4. Motherboard

gigabyte-g1-gaming
Apakah Anda butuh motherboard gaming? Jawabannya adalah, bisa iya, bisa juga tidak.
Motherboard ini paling tricky bagi saya pribadi. Pasalnya, di satu sisi, mobo biasa, bukan yang gaming, juga sebenarnya sudah cukup untuk bermain game. Namun di sisi lain, mobo gaming biasanya menggunakan komponen yang lebih baik, sehingga lebih awet.

Prioritas utama saya dalam menentukan mobo adalah durabilitas. Karena sekencang apapun PC Anda, ia tidak akan berguna saat tidak bisa digunakan.

Plus, mobo gaming juga biasanya lebih mudah dalam pengoperasian auto-overclockingnya. Jadi, bagi Anda yang awam soal OC, Anda tetap bisa mendapatkan manfaat overclocking dari mobo gaming.
Namun demikian, jika Anda memang cukup familiar dengan hal-hal berbau teknis, Anda mungkin tidak butuh juga mobo gaming tadi – cukup yang durable – karena mobo gaming biasanya jadi dibanderol dengan harga lebih mahal dari seri yang biasa.

gigabyte-p55-ud3


Saya pribadi juga tidak menggunakan mobo gaming karena, well, saya lebih suka overclocking manual dan saya sudah tahu produk mana yang tahan banting. Saya masih menggunakan Gigabyte GA-P55-UD3 dengan Intel Core i5 750, yang dirilis 2009 silam alias 7 tahun yang lalu. Padahal, saya menggunakannya cukup hardcore (baca: ngawur) dan saya juga masih bisa memainkan game-game terbaru sekalipun, seperti Fallout 4 tadi, dengan mobo ini.

So, saran saya, jika Anda malas belajar hal-hal berbau teknis, mobo gaming mungkin lebih pas untuk Anda karena mobo-mobo tersebut sudah disesuaikan untuk main game dari pabrikannya. Sebaliknya, jika Anda seperti saya, yang justru suka tweaking di sana-sini dan pelit (wkwkwk…), Anda hanya perlu mencari yang durable.

Lalu, bagaimana dengan perbedaan mobo untuk competitive dan leisure gamer? Well, saya kira faktor durabilitas itu jadi penting karena jika PC Anda mati berarti Anda tidak bisa berlatih (bagi competitive gamer) atau tidak bisa bersenang-senang (bagi leisure gamer).

Namun, pada dasarnya, memilih mobo gaming ini bukan terletak pada tujuan Anda bermain, competitive atau leisure, namun lebih ke kesediaan Anda untuk belajar hal-hal berbau teknis.

5. PSU

hydro-g-fan


Berhubung artikel ini disponsori oleh produsen PSU berkualitas, saya harus memasukkannya di sini… nyahaha… Just kidding ^,^.

Saya merupakan salah satu dari segelintir orang yang tidak akan pernah lelah mengingatkan betapa pentingnya PSU berkualitas untuk PC Anda, baik itu untuk gaming atau kebutuhan PC lainnya.
PSU ini seperti mobo, kesehatannya akan berpengaruh terhadap keseluruhan PC Anda. Jika PSU Anda tidak waras, dapat dipastikan PC Anda akan sering kumat penyakitnya. PSU adalah jantung PC Anda (listrik itu ibarat darah di tubuh Anda).


So, bayangkan saja orang dengan penyakit jantung, mereka tidak akan bisa memberikan performa fisik setinggi orang-orang yang jantungnya masih sehat.

Jadi, terlepas dari apapun kebutuhan Anda, dan berbeda dengan soal mobo gaming yang bergantung pada kesediaan Anda belajar, PSU berkualitas itu wajib, misalnya seperti FSP Hydro G ^,^, untuk semua orang yang ingin PC-nya sehat walafiat.

Jika PSU Anda modar, Anda tidak bisa berlatih dan bersenang-senang dengan PC Anda. So, please, jangan beli PSU abal-abal lagi ya…

Conclusion…

pc-gaming-wallpaper 

Akhirnya, saya memang tidak bisa memasukkan semua komponen di sini, karena akan jadi terlalu panjang.

Namun pada dasarnya, competitive gamer tidak terlalu menitikberatkan spesifikasi PC-nya karena memang game-game kompetitif terlaris sekarang ini tidak terlalu berat dari sisi spek, misalnya CS:GO, Dota 2, ataupun LoL.

Lagipula, competitive gamer lebih menitikberatkan pada skill individu dan kerjasama tim ketimbang spek PC. Competitive gamer harus percaya dengan perkataan ini, “It’s not about the gun, it’s about the man behind the gun.”

faker

Sebaliknya, leisure gamer akan butuh spek tinggi di semua aspek karena memang game-game paling asik di jaman sekarang butuh resource yang besar dan berat, misalnya seperti game-game Fallout 4, GTA V, Deus Ex: Human Revolution, Rise of the Tomb Raider, atau yang lain-lainnya. Karena, seperti kata Kahitna, jatuh cinta itu berawal dari mata… ^^

hydro-g-large_990x350

Artikel ini disponsori oleh FSP Hydro. Seri premium dari produsen Power Supply kelas atas yang akan menjamin kenyamanan PC gaming tertinggi dengan segudang fiturnya seperti sertifikasi 80 Plus untuk efisiensi tingkat tinggi, Japanese capacitors, dan proteksi kelistrikan lengkap untuk PC kesayangan Anda.













 

Know us

Our Team

Tags

Video of the Day

Contact us

Nama

Email *

Pesan *